Binkam  

Demi Kelancaran Arus Lalulintas Selama MXGP Selaparang Lombok, Petugas Berlakukan Rekayasa Lalulintas

 

Mataram NTB – Untuk memberikan kelancaran arus lalulintas kendaraan selama berlangsung event internasional MXGP Selaparang Lombok di Kota Mataram yang berlangsung 1 – 2 Juli 2023 akan diberlakukan rekayasa arus lalulintas di beberapa ruas jalan terutama jalur-jalur sekitar Ex Bandara Selaparang yang akan menjadi tempat berlangsungnya event tersebut.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo SIK., usai mengikuti apel Gelar Pasukan Operasi Selaparang Rinjani 2023 Dalam rangka Pengamanan event MXGP di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB kepada awak Media menyatakan akan ada rekayasa arus lalulintas selama MXGP berlangsung, (28/06/2023).

Pihaknya telah mempersiapkan termasuk rancangan pengalihan arus baik yang menuju lokasi MXGP dari berbagai arah maupun yang keluar dari lokasi MXGP apabila situasi dan kondisi arus kendaraan mencapai tingkat yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Untuk menejemen rekayasa Lalulintas Djoni sapaan akrabnya mengatakan telah mempersiapkan beberapa titik Penyekatan diantaranya Simpang 3 taman Tinggar kecamatan Apenan dimana di titik Penyekatan ini akan ada petugas yang berjaga. Yang mbisa melewati jalur ini untuk menuju Selaparang hanya kendaraan R2 sementara R4 yang datang dari Kebun Roek akan diarahkan memutar di simpang 3 tersebut.

“Untuk kendaraan R4 yang menuju Selaparang akan diarahkan parkir ke Islamic Center atau taman Sangkareang. Di kedua tempat ini akan dipersiapkan stutle bus, sedangkan kendaraan R2 diperbolehkan menuju Selaparang untuk dapat parkir baik di bagian barat, tengah ataupun di bagian timur yang telah disiapkan di areal Selaparang,”jelasnya.

Kemudian di Jalan Udayana akan ada penyekatan ke dua dimana seluruh kendaraan R4 tidak diizinkan menuju Selaparang hanya ada jalur dari Selaparang menuju simpang 4 BI.

Terkait akses kendaraan VIV serta kendaraan UMKM pihaknya telah mempersiapkan kurang lebih 700 stiker untuk dapat akses ke areal parkir di selaparang. Namun yang perlu di ketahui menurut Djoni bahwa No Stiker No Akses dan No tiket No Akses untuk mencegah kemacetan.

“Kami sudah meregistrasi kurang lebih 700 stiker untuk VIV dan kendaraan para UMKM. Selama areal parkir ViV yang telah disiapkan panitia masih nampung maka akses masih diperbolehkan bagi pemegang stiker, akan tetapi jika sudah tidak mencukupi areal parkir tersebut maka baik yang menggunakan stiker ataupun tidak akan diarahkan parkir menuju Islamic Center atau lapangan Lanud Rembige yang ada sebelah timur selaparang ataupun Sangkareang,”jelas Djoni.

Kemudian perlu diketahui oleh para penonton yang menggunakan Kendaraan Angkutan Sewa Khusus (ASK) ataupun ASI tetap hanya bisa sampai pada titik-titik penyekatan, selanjutnya penonton dapat menggunakan Stutle bus yang telah dipersiapkan panitia untuk menuju lokasi yaitu Selaparang.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat terutama para penonton agar benar-benar mengetahui titik Penyekatan serta mematuhi apa yang sudah ditetapkan petugas. Hal ini sangat penting untuk menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan bagi penonton itu sendiri.